Bidang Pemberdayaan

FASILITASI ITU TIDAK SEBAGAI PEKERJA ...

Admin Bidang Pemberdayaan | Kamis, 26 Februari 2015 - 07:53:55 WIB | dibaca: 1594 pembaca

Beberapa hasil temuan BPKP, kiranya cukup menjadi catatan terpenting buat seluruh pelaku program agar kedepannya admnistrasi dan pelaporan harus tetap menjadi perhatian. Tidak ada alasan bagi pelaku untuk mengabaikan persoalan administrasi. Sebagai program pemerintah dan bukan program masyarakat, tentunya masyarakat harus dapat mengikuti aturan main yang ada dalam program pemerintah tersebut, salah satunya adalah admnistrasi dan pelaporan. Admnistrasi dan Pelaporan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban masyarakat terhadap program. Hasil Pemeriksaan BPKP harus diambil sisi positifnya dan menjadi bahan masukan pelaksanaan PNPM MPd Generasi mendatang di Kabupaten Katingan, ungkap Drs. Roby,M.AP. selaku Kepala BPMPD Kab. Katingan dalam Acara Pembahasan Hasil Audit bersama Tim BPKP dan Satker PNPM MPd Kabupaten Katingan. Sementara itu, menyikapi administrasi dan pelaporan pelaku yang masih kurang dibeberapa lokasi, Fasilitator Kabupaten (Faskab) GSC , A. Ervan Burhanuddin,M.Si memberi sinyal pada melemahnya langkah fasilitasi para Fasilitator. “Fasilitasi itu tidak sebagai Pekerja, yang bekerja adalah unit dan individu yang kita Fasilitasi antara lain UPTD, UPK, PL dan Pokja. Peran fasilitator saat ini mulai bergeser, dimana Fasilitator banyak yang menjadi Pekerja” demikian ditegaskan Faskab GSC Kab. Katingan tersebut. Jika hal ini terjadi maka fasilitator akan mengalami kelelahan dalam meng-fasilitasi program apalagi PNPM MPd Generasi sasarannya di seluruh Desa, semua Desa memperoleh Alokasi Dana selama ada sasaran (Ibu Hamil, Bayi, Balita dan Anak Usia SD/SMP). Kelelahan dalam fasilitasi, implikasinya pada kelelahan dalam substansi program bahkan yang paling parah nantinya apabila nilai-nilai (baca: roh) pemberdayaan akan hilang dalam setiap tahapan kegiatan program.  Mari bangga membangun Generasi!





Komentar Via Website : 0